• Tugu Cinta Damai
    Tugu Cinta Damai

    Tugu Cinta Damai Kota Tanjung Selor, Kab. Bulungan, Prov. Kalimantan Utara

  • Kantor Bupati Bulungan
    Kantor Bupati Bulungan

    Kantor Bupati Bulungan, Tanjung Selor 77212 Telp. 0552-21008

  • Pantai Kelapa Tanah Kuning
    Pantai Kelapa Tanah Kuning

    Pantai Kelapa Tanah Kuning, Kec. Tanjung Palas Timur

  • Masjid Agung
    Masjid Agung

    Masjid Agung Istiqomah Tanjung Selor

Cetak

Pastikan Aman, Asisten Bidang Administrasi Pantau Distribusi Logistik PEMILU

Penilaian:  / 0

Asisten Bidang Administrasi, Ir.H.Darmansyah Umar,SE  pastikan distribusi logistik kotak suara yang ada di Panitia Pemilihan Kecamatan dan Keluarahan yang ada di Tanjung Selor. Pantuan itu dilakukan untuk memastikan bahwa kondisi logistik aman dan siap untuk Didistribusikan di masing-masing desa, hal ini dilakuakan agar memperkuat koordinasi guna mensukseskan pelaksanaan pemilu legislatif Rabu 9 april mendatang.

Dalam pantauan ini turut hadir ketua KPU Kabupaten Bulungan, Ketua Panwaslu, Kepala Kantor Kesbangpol, Kasdim 0903/Tsr, Komandan Polisi Militer Tanjung Selor, Kabag Umum dan Kabag Hukum Setkab Bulungan.
 
Dimana pada kesempatannya Asisten Bidang Administrasi, Ir.H.Darmansyah Umar,SE meninjau beberap lokasi tempat pendistribusian logistik kotak suara dan memantau tempat pemungutan suara yang telah dipersiapkan, diantaranya Kelurahan Tanjung Selor Hulu, Kantor Camat Tanjung Selor, tempat distribusi logistik kotak suara gedung PKK Bulungan dan Keluarahan Tanjung Selor Hilir.

Menurut Asisten Bidang Administrasi, Ir.H.Darmansyah Umar,SE “keseluruhan distribusi sudah berjalan sesuai yang diharapkan, adapun kendala yang ada, adanya beberapa kotak suara yang Didistribusikan terlambat dikarenakan TPS yang dituju adalah gedung sekolah, yang mana kita harus menunggu sampai proses belajar mengajar selesai barulah kita distribusikan.” Ungkapnya.

Menurut ketua KPU Surya Nata Al Islami, jumlah TPS yang ada se-Kabupaten Bulungan berjumlah 276 TPS, dimana telah tersebar disetiap Kecamatan. Untuk Kecamatan Tanjung Selor sendiri ada 87 TPS, Tanjung Palas Timur 25 TPS, Tanjung Palas 30 TPS, Tanjung Palas Barat 17 TPS, Kecamatan Peso 14 TPS, Kecamatan Peso Hilir 10 TPS, Tanjung Palas Tengah 17 TPS, Kecamatan Tanjung Palas Utara 20 TPS, Kecamatan Sekatak 29 TPS, Kecamatan Bunyu 27 TPS, dan untuk masyarakat yang tidak memiliki C6 yaitu Surat Undangan Pencoblosan diharapkan membawa kartu identitas berupa KTP dan Katu Keluaraga (KK).

Cetak

Anyaman Tikar "Suku Punan Dulun"

Penilaian:  / 0

    Tanjung Selor -  Sebanyak 10 Orang Ibu-Ibu rumah tangga usia produktif Rt. 02 Desa Punan Dulun Kecamatan Sekatak yang tergabung dalam kelompok  kerajinan tangan Anyaman Tikar dengan nama,   “Naring  Tubuh”.  Dari kelompok ini  banyak  menghasilkan  kerajinan seperti Tikar, Tampi, Bakul,  Anjat serta Taplak Meja.  Kelompok Naring Tubuh itu sendiri  diambil dari bahasa Punan Dulun yang artinya “Baru Tumbuh”. 
    Adalah Sari Martinah Ketua Kelompok   “Naring Tubuh” mengatakan, “sebenarnya Kerajinan Anyaman Tikar ini adalah Warisan Nenek Moyang Kami (Suku Punan Dulun) yang kami teruskan hingga sekarang. Akan tetapi kerajinan ini kami kerjakan secara prorangan”. Namun dari petugas Fasilitator  PNPM, menyarankan untuk membentuk kelompok dengan tujuan biar mudah mengerjakannya dan banyak jeninsnya.  Dan  jika nanti ada yang  jadi dan ada pembeli, biar  mudah dilihat dan dikumpulkan secara kolektif. Sedangkan untuk perorangan repot mengerjakanya.   Kelompok ini didirikan mulai tahun 2003 hingga sekarang. Kemudian  untuk harga dibandrol antara Rp.250.000,- hingga  Rp.500.000,-. Itupun tergantung dari panjang, pendek  serta bentuk motifnya. Sedangkan produk lain seperti Tampi, bakul, taplak meja  dan Anjat dijual dengan kisaran harga  antara Rp.40.000,- hingga Rp.50.000. itu juga tergantung dari bahan baku yang digunakan. “Kalau tikar bahan Bakunya dari Daun Pandan, sedang kerajinan  lainnya ada dari Bambu, Rotan dan dari Kulit Kayu Pohon sagu”, jelas Martinah saat ditemui Humas Bulungan  Kamis (3/4/2014)  belum lama ini. 
    Lanjut, Martinah  menjelaskan sebenarnya pembuatan kerajinan ini adalah Warisan dari Nenek Moyang  kami (Suku Punan Dulun)  Yang diturun kan kepada kami hingga sekarang.   Dari sekian kerajian, yang agak rumit proses pembuatannya adalah Tikar. pembuatannya memakan waktu kurang lebih 10 sampai 15 hari. Hal ini dikarenakan,  mulai dari menebang, merebus, memberi pewarna, menjemur  hingga meraut  dan pengganyaman / fininsing, itu semua memakan waktu  15 hari. Karena itu  harganya mahal. Namun ada keunikan dibalik pembuatan  Tikar tersebut yaitu dalam hal ukuran.  Karena, tidak mengunakan meteran sebagai alat pengukur, akan tetapi  ukuran Jengkal Kaki lah alat ukurnya.
       Konon  katanya,  untuk menentukan lebar tikar  harus mengguakan Jengkal Kaki, dan itu pun  Jengkal kaki yang digunakan tidak sembarang jumlahnya, melainkan dengan hitungan  antara 6 hingga 9 jengkal. Hitungan 6 dan 9 memiliki arti yaitu Hidup. Maksudnya “Siapa pun    yang menggunakan tikar ini hidupnya akan tentram serta dapat terhindar dari berbagai macam penyakit” Pungkasnya.
      Selanjutnya pada kesempatan yang sama Kepala Desa Punan Dulun  Jhohan B,  mengatakan kepada  Humas Bulungan belum lama ini,  “kalau dulu untuk mendapatkan Bahan Baku Tikar seperti Daun Pandan Kita mesti menggunakan Perahu ke Hulu. Tapi sekarang tidak lagi, karena sekarang  Daun Pandan sudah kami tanam sendiri disamping rumah  biar mudah menebangnya”. Jelas Jhohan.(Rjb/Hms-Bul).

Cetak

Wisata Kuliner Kab. Bulungan

Penilaian:  / 0

TANJUNG SELOR - Pembangunan di segala sektor terus diupayakan Pemerintah Daerah, tak terlepas pada sektor Pariwisata, jauh sebelumnya pemerintah daerah telah berupaya dan berbuat dalam menata pembagunan di bumi Tenguyun ini. Dimana dalam meningkatkan pendapatan masyarakatnya Pemerintah Daerah telah menyediakan lokasi wisata kuliner,yang berada di jalan Sabanar tepian sungai kayan, didukung dengan BPD KALTIM  dan Dinas terkait, wadah ini sangat diminati dan dirasakan manfaatnya.
     Uniknya wisata kuliner ini lebih ramai dikunjungi bila malam hari, dimana kita dapat meliat aktifitas pedagang yang melayani para pengunjung dengan lampu-lampu hias yang menghiasi stan-stan jualan yang ada. Pengunjungnya terdiri dari semua lapisan masyarakat yang ada, tua, muda, para keluarga ataupun pasangan muda mudi yang dilanda cinta.
     Di ungkapkan salah satu pengunjung Loren (24) Mahasiswa STIE BUL-TAR, kepada Humas Setkab-Bul. “ini adalah tempat hiburan yang murah meriah, selain menunya enak harganya terjangkau bagi anak kuliahan seperti kami”, tuturnya sambil menatap teman wanitanya. Dilanjutnya “terkadang untuk merayakan ulang tahun teman-teman sering mengundang saya dilokasi ini, tempat ini cocok untuk santai, romantis dan asik”. ditambahkannya pula “sarana yang ada sudah bagus, cuma perlu diadakan wc umum dan ruang atau stan untuk sholat”. harap Loren.
     Diakui Candra (32) yang berasal  dari Nunukan, pemilik stan Barong Kafe, ketika dijumpai Humas Setkab-Bul. “dengan wadah yang diperuntukan bagi pedagang makanan dan minuman akan membuka lapangan kerja baru bagi kami yang ingin menekuni usaha ini”. diakuinya “lokasi ini sangat tepat dan strategis untuk wisata kuliner, selain menu yang beragam disajikan, pengunjung juga dapat menikmati keberadaan sungai kayan, dimana jika malam hari pengunjung akan merasakan biasan sejuk dari sungai kayan dan selain itu ada juga pengunjung yang menikmati menu pesanannya dengan mancing atau mendengarkan musik yang diputarkan oleh pemilik stan”, ungkapnya.
      Ditambahkan Aki Kosasi(69) yang berasal dari Jawa Barat, selaku ketua kelompok wisata kuliner “terimakasih kepada Pemerintah Daerah yang telah perduli akan keberadaan kami”. tuturnya tanpa kerutan diatas keningnya. “Mengenai retribusi yang menjadi kewajiban para pedagang, tidak memberatkan kami” diakuinya sambil mengatur jarak antara kedua kakinya. ”dalam melakukan pungutan retribusi petugas retribusi melakukan pungutan dua malam sekali sebesar Rp.2.000,- dan jika di hitung besarnya pembayaran retribusi sebulannya Rp.30.000,-”. tuturnya.
     Sejenak Aki mengarahkan pandangannya pada Istrinya yang setia menemaninya berjualan, Lanjut Aki “perlua adanya fasilitas pendukung seperti Pos Keamanan”. Dimana dirinya sering menerima keluhan dari para anggotanya, yang sering kehilangan peralatan jualan, kursi berantakan dan bahkan rombong  beberapa pedagang yang di tinggal pedagang sehabis berjualan di stan jualan terbongkar.

Cetak

Sosialisasi Pemberian Hibah / Bansos

Penilaian:  / 0

TANJUNG SELOR - Sosialisasi Permendagri  nomor 39 tahun 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri no 32 tahun 2011 Tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Daerah, 2 April 2014 dibuka oleh Drs. Syafril selaku Sekretaris Daerah yang baru dilantik mewakili Bupati Bulungan, kegiatan ini berlangusng dengan hikmat.

Cetak

Drs. Syafril Jabat Sekda Bulungan

Ditulis oleh Neri N.

Penilaian:  / 0

Bupati Bulungan H. Budiman Arifin telah melantik secara resmi Drs. Syafril sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Bulungan yang baru, menggantikan H. sudjati, SH yang memasuki masa pensiun pada 1April 2014. bertempat di Gedung sebaguna Kantor bupati bulungan, pada 20.30 wite tanggal 31 maret 2014. Pengangkatan sumpah jabatan dan pelantikan ini berdasarkan Keputusan Gubernur Kalimantan Utara Nomor : 821.22/84/peg/II/2014 tanggal 28 pebruari 2014 tentang pengangkatan pegawai negeri sipil dalam jabatan sekretaris daerah kabupaten Bulungan.

Full Reviw on best bokmaker - Ladbrokes Ladbrokes full information

Video

Mari membaca di perpustakaan!

Galeri Video

Sekretariat Daerah Kabupaten Bulungan Jl. Jelarai Raya Tanjung Selor 77212 Telp. 0552-21008 Fax : 0552-21009 http://www.bulungan.go.id

Powered by Warp Theme Framework  
Downlaod Premium Themes