Arsip Berita

Cetak

Pemkab Usulkan 17 Program Unggulan

Ditulis oleh Elia Jalung.

Penilaian:  / 0
TerburukTerbaik 

TANJUNG SELOR – Tim peneliti  dari manajemen The Jawa Pos Institute of Pro-Autonomy (JPIP) area Kalimantan Timur kemarin (5/3) kembali melakukan pertemuan dengan jajaran Pemkab, kali ini dengan semua Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD).

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda) itu juga sempat dihadiri Bupati H.Budiman Arifin. Dalam pertemuan yang dipimpin Asisten III Syaiful itu, masing-masing SKPD mempresentasikan program unggulan yang akan diverifikasi untuk malam anugerah otonomi award 2013 ini.

Dari persentasi itu, Pemkab mengusulkan 17 program unggulan, dimana jumlah itu lebih dari jumlah program unggulan yang diharapkan oleh JPPIP untuk diverifikasi dalam kegiatan yang merupakan bagian dari monitoring dan evaluasi otonomi daerah (Monev Otda) ini. “Banyak yang belum memahami indikator 12 program unggulan itu. Dalam pertemuan itu saya sampaikan ada dua parameter, yaitu pertama parameter utama meliputi pembangunan ekonomi, pelayanan publik dan peforma politik. Kalau masing-masing di breakdown menjadi 12 indikator,” ungkap Peneliti JPIP Nur Arifuddin.

Selain parameter utama, lanjut Nur, juga ada parameter khusus yang baru diberlakukan mulai tahun ini, yakni aktualisasi ke-khasan daerah dan perusahaan daerah (perusda). Khususnya ke-khasan daerah diharapkan nantinya disetiap kabupaten dan kota ada ikon seperti Yogyakarta sebagai kota pendidikan dan Madura sebagai kota garam, bagaimana dengan Bulungan. Sementara untuk Perusda bertujuan untuk mendorong agar pemerintah daerah memiliki Perusda yang produktif yang bisa mendatangkan PAD (Pendapatan Asli Daerah). “Untuk perusda, Pemkab mengusulkan BPR (Bank Perkreditan Rakyat) sebagai BUMD (Badan Usaha Milik Daerah). Sedangkan untuk ke-khasan daerah diusulkan food estate yang luasnya seluas 50 hektare dan sudah dikelola perusahaan nasional. Tidak hanya itu, setiap tahun Bulungan juga dapat penghargaan dari presiden karena produksi beras setiap tahunnya meningkat di atas 5 persen,” sebutnya.

Terkait dengan 17 program unggulan yang diusulkan itu, Nur mengatakan tetap akan diseleksi tinggal melihat kesiapan dari berkas yang diusulkan nanti, namun yang pasti katanya, 5 program unggulan yang diusulkan akan tetap dieleminasi. Karena hanya ada 12 indikator program unggulan yang ada di otonomi award ini. “Nanti program unggulan yang diusulkan akan ditandatangani bupati atau wabup, kalau tidak ada bisa juga Sekda. Kalau masuk nominasi nanti program, unggulan yang masuk nominasi itu akan didokumenmtasikan oleh tim,” sebutnya lagi.

Ditambahkan, setelah paparan program unggulan hari ini masing-masing SKPD akan melengkapi diskiripsi program, termasuk payung hukum, foto-foto kegiatan dan dampak dalam waktu dekat kepada masyarakat. “Dalam penilaian ini kami menggunakan tiga metode survei kepuasaan masyarakat non PNS terhadap pelayanan pemerintah, data eksisting dan In-depth interview (wawancara mendalam),” jelasnya. (RT/hms-adm)