Arsip Berita

Cetak

Nelayan Bulungan Dapat Bantuan 1.164 Paket Konversi BBM ke BBG

Ditulis oleh yoga.

Penilaian:  / 0
TerburukTerbaik 
124174207_3317293691673852_1702799886232946969_o.jpgBupati Bulungan, H Sudjati, SH membagikan 1.164 Paket Mesin Konversi dari Bahan Bakar Minyak (BBM) Bensin ke Bahan Bakar Gas (BBG) kepada para nelayan di Kabupaten Bulungan. Pembagian bantuan dari Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) RI tersebut dilaksanakan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Jl Sabanar Lama, Tanjung Selor pada Rabu (11/11).
Dijelaskan, bantuan paket konversi BBM ke BBG telah 2 tahun berturut diterima Kabupaten Bulungan. Pada 2019, nelayan di Bulungan mendapat 750 paket atau unit yang tersebar di 4 kecamatan dan tahun ini sebanyak 1.164 unit kepada nelayan di 7 kecamatan. Paket atau unit yang diberikan terdiri mesin penggerak, konverter kit, 2 buah tabung gas LPG 3 kilogram serta aksesoris pendukung berupa reducer, regulator, mixer dan lain-lain.
Bupati Bulungan dalam sambutannya menjelaskan, keunggulan menggunakan mesin konversi BBM ke BBG yaitu tidak mengeluarkan timbal seperti asap, hemat biaya, mudah didapat serta mengunakan tabung gas 3 kilogram.
“Bila dikonversikan ke liter maka dalam 1 tabung gas yang berukuran 3 kilogram bisa menjadi 25 liter. Pakai 2 tabung berarti bisa 50 liter, jadi lebih hemat dan lebih mudah didapat juga. Untuk itu bantuan dari Kementerian ESDM ini hendaknya dapat disalurkan secara akurat kepada para nelayan kecil di Bulungan,” ucap Bupati. Sementara, Kepala Dinas Perikanan Bulungan, Ir Masri menerangkan, Paket Konversi BBM ke BBG merupakan program kerjasama Kementerian ESDM, Komisi VIII DPR RI, PT Pertamina serta Dinas Perikanan.
Nelayan yang mendapat bantuan paket konversi adalah nelayan yang telah memenuhi persyaratan dari pemerintah yaitu pemilik kapal kurang dari 5 GT (Gross Tonnage), kapal berbahan bakar bensin memiliki mesin 13 HP (Horse Power), alat tangkap ikan ramah lingkungan serta belum pernah menerima bantuan serupa. Persyaratan tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 dan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2019.
“Tolong dirawat dan dijaga mesin ini dengan baik. Jangan dijual karena ini bantuan dari pemerintah,” pesannya.