Penduduk Miskin

Cetak

Penduduk Miskin

Ditulis oleh Neri N.

Penilaian:  / 1
TerburukTerbaik 

Sejarah peradaban manusia mencatat bahwa kemiskinan merupakan salah satu tragedi kemanusiaan terbesar dan hingga sekarang tetap menjadi masalah yang belum bisa dipecahkan. Sebenarnya, di beberapa belahan dunia menunjukkan adanya gejala kemiskinan dan pemiskinan yang semakin memburuk. Selain alasan kemanusiaan dan alasan moral, ada banyak alasan untuk memerangi kemiskinan. Misalnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi (melalui penyerapan tenaga kerja dan peningkatan produktivitas), mendukung proses demokratisasi, dan mengurangi tingkat konflik dalam masyarakat.

Sejalan dengan kebijakan otonomi daerah yang mulai berlaku sejak Januari 2001, pemerintah daerah (pemda) kini berwenang penuh merancang dan melaksanakan kebijakan dan program pembangunan sesuai dengan kebutuhannya. Dalam kewenangan otonomi daerah, melekat pula kewenangan dan tanggungjawab untuk secara aktif dan langsung mengupayakan pengentasan kemiskinan di daerah. Sebab, salah satu tujuan otonomi daerah adalah untuk menciptakan sistem pelayanan publik yang lebih baik, efektif dan efisien yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan serta kemandirian masyarakat.

Karena upaya penanggulangan kemiskinan tidak lagi semata-mata menjadi tanggungjawab pemerintah pusat, maka dalam era otonomi ini pemda harus mengambil tanggungjawab lebih besar. Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Bulungan sejalan dengan program pemerintah pusat telah melaksanakan beberapa kegiatan yang berorientasi untuk kesejahteraan penduduk miskin.

Beberapa program Pemerintah Kabupaten Bulungan dalam upaya mengentaskan kemiskinan, antara lain :

- Program bantuan SPP dan BP3 untuk seluruh siswa dari TK sampai SMU di Kabupaten Bulungan;
- Program bantuan beasiswa pendidikan dari kalangan tidak mampu;
- Program bantuan Beras Miskin (Raskin) untuk keluarga miskin;
- Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS - BBM) di bidang pendidikan, pangan dan kesehatan;
- Program Asuransi Kesehatan untuk Keluarga Miskin (Askes Gakin);
- Program pembangunan rumah layak huni bagi keluarga miskin;
- Program pembukaan daerah terisolir dengan pembuatan / peningkatan jalan;
- Program bantuan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bagi setiap keluarga di daerah yang belum terjangkau listrik.

1. Pengeluaran Penduduk

Sebagian besar pengeluaran penduduk di Kabupaten Bulungan digunakan untuk memenuhi kebutuhan makanan, sedang selebihnya konsumsi bukan makanan seperti perumahan, sandang, aneka barang dan jasa, dan lain-lain. Hal ini dapat dilihat dari persentase pengeluaran penduduk untuk makanan pada tahun 2013 sebesar 52,75 persen, masih lebih tinggi dibandingkan pengeluaran untuk kebutuhan bukan makanan.

Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan mencapai Rp. 974.339.02,- dengan rincian Rp. 513.988.45,- untuk konsumsi makanan dan Rp. 460.350.57,- untuk konsumsi bukan makanan. Dari total pengeluaran untuk konsumsi makanan, 11,84 persen digunakan untuk konsumsi padi-padian, 15,63 persen konsumsi makanan dan minuman jadi, dan 7,69 persen digunakan untuk konsumsi tembakau dan sirih. Sedangkan pengeluaran konsumsi bukan makanan terutama digunakan untuk perumahan dan fasilitas rumah tangga yaitu sebesar 36,25 persen.

Indikator yang biasanya digunakan untuk mengukur distribusi pendapatan, salah satunya dengan menggunakan Gini Ratio (dalam hal ini didekati dengan data pengeluaran rumah tangga). Kurun waktu 2011-2013 nilai Gini Ratio Kabupaten Bulungan, yaitu dari sebesar 0,341 pada tahun 2011, kemudian sebesar 0,403 pada tahun 2012, selanjutnya sebesar 0,357 pada tahun 2013. Nilai gini ratio dibawah angka 1, menunjukkan bahwa tingkat ketimpangan pengeluaran antar kelompok pendapatan tergolong rendah.

 

2. Penduduk Miskin

Pemerintah Indonesia selama ini selalu memberikan perhatian yang besar terhadap upaya penanggulangan kemiskinan karena pada dasarnya pembangunan yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Perhatian pemerintah terhadap penanggulangan kemiskinan semakin besar lagi setelah krisis ekonomi melanda Indonesia pada tahun 1997.

Salah satu aspek penting untuk mendukung Strategi Penanggulangan Kemiskinan adalah tersedianya data dan informasi kemiskinan yang akurat dan tepat sasaran. Ketersediaan data dan informasi kemiskinan yang akurat dan tepat sasaran sangat diperlukan untuk memastikan keberhasilan pelaksanaan serta pencapaian tujuan/sasaran dari kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan pada tingkat nasional, dan tingkat daerah (khususnya daerah kabupaten/kota).

Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bulungan pada tahun 2013 mengalami sedikit kenaikan yaitu dari 13.700 jiwa pada tahun 2012 menjadi 14.200 jiwa pada tahun 2013. Besar kecilnya penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata - rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskininan.

Full Reviw on best bokmaker - Ladbrokes Ladbrokes full information

Sekretariat Daerah Kabupaten Bulungan Jl. Jelarai Raya Tanjung Selor 77212 Telp. 0552-21008 Fax : 0552-21009 http://www.bulungan.go.id

Powered by Warp Theme Framework  
Downlaod Premium Themes